×

Iklan

Iklan

KKP Berikan Pinjaman Modal RP5,27 Triliun ke Nelayan Sulawesi Utara

12 Apr 2021 | 02:03 WIB Last Updated 2021-05-16T20:05:25Z

ilustrasi perahu nelayan. ©2021 Infosatu.co.id 

SULUT, Infosatu.co.id - Melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan pinjaman modal sebesar Rp5,27 miliar kepada kelompok nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha perikanan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).


"Dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan bantuan modal usaha kepada beberapa penggiat usaha kelautan dan perikanan di Sulawesi Utara antara lain dari Kota Bitung, Kota Manado, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Utara," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Tb. Haeru Rahayu pada kunjungan kerja reses bersama sejumlah anggota Komisi IV DPR RI dalam rangka melihat potensi Perikanan di kota Bitung, ditulis Minggu (10/04/2021).


Tebe mengatakan, pinjaman modal ini bertujuan untuk memacu tumbuhnya kegiatan usaha sektor kelautan dan perikanan di tengah masyarakat. Sekaligus menjadi solusi bagi pelaku usaha yang ingin bertahan maupun mengembangkan usaha di tengah pandemi Covid-19.


Penyaluran bantuan pinjaman modal berbunga sangat ringan ini merupakan program rutin KKP sejak beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, total pinjaman yang disalurkan lebih dari Rp600 miliar untuk masyarakat kelautan dan perikanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.


Selain menyerahkan bantuan pinjaman modal, Tb. Haeru beserta sejumlah anggota Komisi IV meninjau Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung. Tebe mengapresiasi kinerja pengelola pelabuhan dalam melayani masyarakat nelayan maupun pelaku usaha yang berimbas pada peningkatan produksi perikanan tangkap setiap tahunnya.


"Realisasi nilai produksi perikanan tangkap di PPS Bitung periode tahun 2015-2019 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 11,60 persen per tahun. Nilai strategis PPS Bitung tersebut didukung oleh potensi sumber daya ikan yang melimpah dari WPPNRI 715, 716, dan 717, dengan komoditas ikan bernilai tinggi seperti tuna, cakalang, dan tongkol," kata Tebe.


Volume Transaksi Perikanan

Sementara itu, Direktur Pelabuhan Perikanan KKP Frits Lessnussa yang turut serta dalam kunjungan kerja tersebut menambahkan bahwa data tahun 2020 menunjukkan volume produksi perikanan tangkap di PPS Bitung sebesar 53.462.312 kg. "Dari volume itu, nilai produksinya sekitar Rp1,1 triliun," ujar Frits.


Seperti diberitakan sebelumnya, KKP di bawah nakhoda Menteri Sakti Wahyu Trenggono menjadikan sub-sektor perikanan tangkap sebagai pendongkrak penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Peningkatan PNBP ini bahkan menjadi salah satu dari tiga program terobosan KKP periode 2021-2024.


KKP menargetkan, jumlah PNBP dari sub-sektor perikanan tangkap meningkat menjadi Rp12 triliun dari yang sebelumnya di angka ratusan miliar. Untuk mendukung implementasi program terobosan tersebut, KKP saat ini melaksanakan pilot project digitalisasi pelabuhan perikanan sebagai langkah awal.


×
Berita Terbaru Update
close